Welcome To My Blog
Kamis, 27 Januari 2011
Terima Kasih Cinta
Rasa Itu datang lagi, setelah lama hilang dan terkubur..
Aku tak tahu awalnya, tapi sejak bertemu dengannya. aku merasa nyaman dekat dengannya...
awalnya sebagai teman biasa yang saling berbagi cerita, curhatan masing-masing...
Ia bercerita tentang masa lalu dan kehidupannya saat ini,
aku pun begitu..
lama kelamaan, kami pun saling sering jalan, makan, nonton dan menghabiskan waktu libur bersama..
Sumpah...aku belum pernah menjalani semua ini sebelumnya. Dengan wanita-wanita yang pernah ada di dalam hidup aku.
Sumpah,..mungkin ini pula rasa cinta yang paling besar yang aku miliki dan aku berikan kepada seorang hawa.
Aku senang bisa dekat dan kenal dengannya dan dengan keluarga besarnya....
bisa menghabiskan waktu libur bersamanya adalah sebuah anugrah yang takkan bisa aku ganti dengan apapun..
Meski hanya beberapa jam saja bersamanya, aku tak mau jauh darinya.
Meski hanya sedetik saja aku bisa melihat wajah dan senyumnya..itu bisa membayar dahaga kerinduanku padanya..
Aku tau, dia berbeda dengan yang sebelumnya...
Dia melebihi semua wanita yang pernah ada di dalam hidupku, kecuali ibu ku.
Dia adalah seorang ibu yang tangguh, mandiri, kuat, dan bersahaja bagi sang biintang kecilnya..
Memang dia berbeda dengan yang lainnya. Dia seorang ibu.
Aku pernah ungkapkan beberpa kali perasaanku padanya, meski hanya lewat, lagu, sms, message di inbox FB, bahkan lewat beberapa perhatianku..
Alu bersyukur dia mengetahuinya, menyadari bahwa aku saat ini tergila-gila padanya.
Aku yang saat ini ingin selalu dekat dengannya setiap saat.
Aku mengerti statusnya yang sebagai 'Singel Mom'.
Aku pun pernah mengatakan padanya bahwa aku tidak pernah memilih dan memandang status seseorang, atau lainnya.
Dia pun mengakui kehadiran aku dalam hidupnya beberapa bulan belakangan ini..
mengakui perhatian dan rasa sayang ku padanya semakin membesar setiap hari..
Demi Allah, aku tidak bisa menjauhkan pikiranku darinya,
selalu memikirnya setiap detik, ...
selalu ingin mendengar suaranya setiap saat...
Dia bahkan beberapa kali bilang.
'Kangen ya?'
'Beraninya lewat lagu, sms dan inbox aja nih..??'
Bahkan aku sempat diuji oleh adik2 nya...
yang iitinya aku ga lolos uji,..
dan dia tau itu,..dan hanya bilang... '..ooo....'
Kami pun sempat berdebat lama, membahas sms dan telpon 'palsu' yang berasal dari adik-adiknya itu.
yang mencoba merayu dan menggoda dengan banyak cara..hahaha
Aku terima semua kesalahan, kekalahan, dan kekeliruan aku..
Sumpah aku saat itu seperti orang bodoh yang hanya mendengar semua pendapatnya, argumennya dan semuanya...
yaah....salah satu harus ada yangmengalah..dan itu adalah aku.
Saat debat pun, aku merasakan, egonya yang kuat dan tinggi. yang tidak mau kalah dengan seorang lelaki...
Aku suka wanita yang punya pendirian dan ego kuat..tak pantang menyerah dan tidak mau kalah dengan yang lainnya..
Aku bulanlah seorang penulis yang pandai menulis kata-kata indah
aku bukanlah seorang penyanyi yang bisa menulis lagu cinta
Aku pun bukanlah seorang seniman yang bisa menuangkan rasa lewat karya..
Aku hanya bisa katakan Aku Sayang, Cinta dan ingin menghabiskan waktu bersamamu dan bintang kecilmu....selamanya..
Ijinkan aku untuk bisa mengisi kekosongan yang ada di dalam hidupmu..
Rabu, 26 Januari 2011
Jumat, 10 Desember 2010
Nge-Blog di Kalangan Anak Muda
Menciptakan Media untuk Massa
Oleh: Yogi Satya HardiBlog, awalnya lahir dari “dunia bawah“. Dunia “iseng“ yang dianggap main-main oleh kalangan mapan. Saat membaca blog sering terlintas di pikiran kita: bagaimana orang bisa seterbuka itu mengungkapkan sesuatu tentang dirinya? Bagaimana mungkin sebuah catatan harian yang personal boleh dibaca di seluruh penjuru dunia?
Apalagi di kampung kita Indonesia ini, awalnya budaya baca dan tulis masih didominasi oleh kalangan tertentu saja. Tapi kehadiran media internet telah melahirkan banyak potensi. Banyak orang yang awalnya sulit menjual barang, ada internet eh…jadi solusi. Ada orang yang suka menulis, tapi sulit mendapat apresiasi, kemudian dengan internet…eh muncul solusi lagi. Secuil ide kita begitu diapresiasi oleh sesama pengguna internet, sehingga semakin tinggi rasa percaya diri untuk menjadi seorang penulis. Walaupun tidak menjadi penulis kaliber, tapi cukup dengan rajin menulis seseorang akan disebut penulis bukan??? Hahahaha
Ketika saya masih kuliah di Jakrta sekitar 7 tahun lalu, saya baru mengetahui apa itu yang namanya Blog. Diawali saat mengenal situs Blogger.com, di sana saya lihat situs ini sangat simpel dan gampang digunakan oleh anak SMP sekalipun. Cukup mengisi email dan password yang anda punya, anda sudah mempunyai sebuah blog sendiri lengkap dengan domain nama anda.
Dalam teori sosial, sebuah komunitas yang eksis selalu dibentuk oleh klik atau kerumunan kecil, seperti itulah fenomena komunitas blogger. Dari “dunia bawah yang iseng“ tersebut menggurita menjadi komunitas yang bahkan mampu membuat para pengelola media mengkoreksi eksistensi mereka.
Kalangan pebisnis pun tersentak untuk kemudian mulai ikut melirik pasar kepada para komunitas blogger ini. Saat ini bahkan korporasi besar sekalipun hampir tidak mungkin lagi untuk sepenuhnya menebarkan arogansi terhadap produk dan layanan mereka. Blog mampu memobilisasi massa sedemikian rupa, sehingga cacat produk dan layanan menjadi begitu mudahnya tersebar. Bahkan kekuatan blog mampu mempengaruhi pilihan publik terhadap suatu produk dan jasa.
Kekuatan tersebut bermula dari munculnya teknologi yang memungkinkan seseorang untuk mempublikasikan pikirannya pada sebuah halaman web. Kelihatan sederhana? Memang. Namun, bukan itu masalahnya. Yang kemudian terjadi adalah halaman demi halaman yang berisi pikiran manusia itu terhubung satu dengan yang lain membentuk suatu kekuatan dan “peta pikiran“ yang besar dan terpola. Dan itu bisa dilakukan dengan biaya yang nyaris nol rupiah –karena banyaknya jasa weblog gratis di internet.
Lalu, dominasi mainstream media dan korporasi besar terhadap publik diam-diam tergerogoti. Fenomena blog perlahan tapi pasti telah menciptakan konsep baru tentang media massa. Tidak ada lagi penerbit yang berkuasa mengarahkan selera publik, karena dengan fenomena blog ini publik-lah yang “menciptakan media untuk massa”.
Tak hanya anak SMA maupun kuliahan yang keranjingan hobi nge-blog, kalangan artis papan atas seperti Dian Sastrowardoyo dan Sandra Dewi pun telah punya blog dengan nama mereka sendiri seperti http://blog.diansastrowardoyo.net/ .
Tak sedikit juga anak manusia biasa yang sukses lewat blog pribadinya. Yang paling fenomena adalah Raditya Dika sang anak muda penulis buku Kambing Jantan yang bukunya sempat menjadi best seller dua tahun belakangan ini. Ia dengan pakemnya dan gaya bahasanya sendiri sukses menciptkan tren baru di dunia blog. Di akhir tahun 2008 lalu, saya sempat bertemu Raditya Dika di Universitas Tirtayasa, Serang. Di sana dia memberi tips bagaimana sukses menjadi penulis lewat ngeblog.
“Bahasa yang gua tulis di blog dan di buku, semuanya semau gua. Semuanya juga berdasarkan pengalaman pribadi yang pernah gua alami semasa sekolah dan kuliah. Nggak nyangka saja, masyarakat bisa menerima buku yang isinya sedikit gokil, konyol, nyeleneh dan keluar dari pakem EYD,” tutur Dika kepada saya.
Hubungan erat antar blogger yang ditunjang oleh mudahnya konektifitas antar tulisan, membentuk kekuatan besar yang mampu mempengaruhi opini publik. Teknologi untuk “membaca pikiran” dan membentuk opini itu pun sudah berkembang pesat. Intip sejenak Technorati. Ini bukan mesin pencari biasa, karena yang dicari bukanlah sekadar informasi di website sebagaimana search engine konvensional lainnya, tapi adalah: apa yang ada dalam pikiran seseorang saat ini.
Akhirnya tak ada pilihan lain selain berbaur dengan fenomena ini. Sebab blog merupakan sarana yang efektif untuk membangun komunikasi antara produsen dan konsumen.
Fenomena weblog memberikan kesan kepada kita bahwa ternyata di Indonesia geliat baca tulis di lapisan “masyarakat bawah” mulai terasa. Sehingga aktifitas internet telah berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu meng-edukasi kita semua.Walaupun seiring dengan itu, kalangan “hitam”tetap beraksi dengan memanfaatkan teknologi internet. Hal ini bukan sesuatu yang aneh, karena dalam sejarah perjalanan manusia, seiring dengan waktu, zaman boleh berganti, namun motif atau niatan akan tetap sama. Sehingga lahirlah peristiwa-peristiwa yang berbeda namun motifnya tetap sama. Kebaikan dan Kejahatan.
Selain itu Fenomena weblog juga memberikan pesan yang jelas kepada kita: untuk tidak menganggap remeh geliat media online, sekecil apapun. Kita harus segera memulai melakukan aktifitas di media online, apapun bentuknya. Karena tidak menutup kemungkinan di saat kita tengah berada dalam satu aktifitas di media online, kompetitor kita sudah melangkah lebih jauh ke teknologi dan fenomena berikutnya.
Kita tentu tidak ingin dipandang “goblok” oleh pelanggan dan kompetitor, hanya karena tidak “go…blog”, kan? Baca blog orang seharusnya mampu memotivasi kita untuk juga mau dan mampu membuat blog sendiri. So, ayo tunggu apalagi, ayo ngeblog!.
Sabtu, 14 Agustus 2010
Bisnis Ku

buat kalian yang hobi banget nyimpen data, flash universal yang bentuknya gitu-gitu aja, pasti bosen dilihat....mau coba yang beda..??
silahkan dilihat, dipelajari, ditawar...
Aneka Flash Disk cantik 1 Gb hingga 8 Gb...harga < Rp 300 ribu....
berminat? hubungi 08787 111 5 666
Area banten, antar langsung.